Gejolak di dunia pariwisata Bali kembali terjadi setelah seorang wisatawan asal Tiongkok ditemukan meninggal di salah satu hostel di Canggu, Kuta Utara. Kejadian ini mengundang perhatian berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian yang sedang menyelidiki penyebab pastinya, terutama terkait dengan kemungkinan adanya keracunan makanan di kalangan tamu-tamu hostel.
Peristiwa yang menggemparkan ini bukan hanya melibatkan korban tunggal, tetapi enam wisatawan asing lain di lokasi yang sama juga mengalami gejala yang sama, seperti mual dan diare. Situasi ini memperkuat dugaan bahwa ada faktor lingkungan yang memicu munculnya gejala tersebut.
Kematian wisatawan yang bernama Deqing Zhuoga (25) ini terjadi pada Selasa, 2 September, dan beberapa laporan menyebutkan bahwa gejala yang dialami oleh para wisatawan dimulai sehari sebelumnya. Hal ini menambah kompleksitas situasi dan menimbulkan sejumlah pertanyaan yang memerlukan jawaban segera dari pihak berwenang.
Dengan penanganan medis yang cepat dan penelitian lingkungan yang menyeluruh, harapan untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi di hostel tersebut masih ada. Kebersihan dan penganan makanan menjadi fokus utama karena berkaitan langsung dengan kesehatan para tamu.
Kronologi Kematian Seorang Wisatawan Asal Tiongkok
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, kejadian bermula ketika seorang staf resepsionis mengecek kamar tempat Deqing menginap. Dia menemukan korban tergeletak dalam posisi tengkurap dan tidak responsif. Meskipun masih memiliki detak jantung, Deqing sudah kehilangan kesadaran dan tak lama kemudian dinyatakan meninggal oleh tim medis yang dipanggil ke lokasi.
Melihat kondisi ini, saksi-saksi di lokasi turut dimintai keterangan untuk memahami lebih jauh situasi yang terjadi. Diketahui bahwa sehari sebelumnya, Deqing mengeluh sakit dengan gejala seperti sakit kepala dan punggung serta merasa lemas. Yang lebih mencolok adalah penolakannya terhadap makanan, di mana hanya meminta air dan pisang.
Pada malam menjelang kematian, Deqing sempat menerima pengobatan di klinik, tetapi karena masalah biaya, dia hanya mendapatkan resep. Ini memperburuk kondisinya, mengingat dia datang kembali ke hostel dan tidak menerima perawatan medis yang lebih intensif.
Keadaan Para Tamu Lain yang Juga Terkena Gejala Serupa
Setelah kematian tragis Deqing, enam wisatawan lainnya yang menginap dalam kamar yang sama juga dilaporkan mengalami gejala serupa. Pengalaman mereka mulai dari menggigil hingga membutuhkan perhatian medis lebih lanjut. Para saksi yang melihat kejadian ini menjelaskan bagaimana kejanggalan keadaan di hostel tersebut seakan membentuk jalinan yang menunjukkan adanya masalah yang lebih serius.
Dari laporan yang muncul, dua wisatawan asal Jerman yang juga tinggal di kamar yang sama dengan Deqing harus dilarikan ke rumah sakit setelah menunjukkan gejala yang sama. Sementara itu, tiga wisatawan lainnya dari negara berbeda yang menginap terpisah tetapi dalam lingkungan yang sama juga mengalami situasi serupa.
Medis yang diperiksa menyatakan bahwa mereka mengalami dehidrasi berat, yang menunjukkan bahwa mungkin ada kaitan yang lebih dalam antara makanan atau air yang dikonsumsi di hostel tersebut dan gejala yang berkembang pada para tamu.
Investigasi Saluran Pencernaan dan Penyebab Kematian
Pihak kepolisian terus melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab pasti kematian Deqing dan gejala yang dialami oleh tamu lainnya. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Deqing, tetapi muncul bercak perdarahan yang mencurigakan di lambung dan usus halus yang dapat mengindikasikan adanya iritasi saluran pencernaan.
Berdasarkan informasi yang ada, pihak klinik tidak menemukan indikasi adanya zat berbahaya seperti pestisida atau narkoba yang dapat menyebabkan keracunan. Meskipun hasil tersebut memberikan sedikit harapan, penyebab kematian yang nyata masih belum bisa disimpulkan.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan barang-barang yang dimiliki Deqing dan makanan yang dibawa. Namun, hasilnya masih ditunggu untuk meneliti apakah ada faktor lain penyebab kematian yang belum terdeteksi.
Tindakan Lanjutan dan Prosedur yang Diterapkan
Setelah kejadian ini, dewan kesehatan setempat mengambil langkah untuk memeriksa kebersihan dan kondisi lingkungan hostel secara menyeluruh. Langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa penyebab kemalangan seperti ini tidak akan terulang di masa depan, mengingat Bali adalah salah satu tujuan wisata utama di Indonesia.
Pembaruan terhadap prosedur keamanan makanan dan sanitasi sangat dibutuhkan, terutama karena kita tidak bisa memiliki dampak negatif terhadap citra pariwisata lokal. Penegakan hukum yang ketat juga diperlukan untuk memastikan kenyamanan wisatawan.
Pihak berwenang berjanji akan melakukan penyelidikan yang mendalam dan menyeluruh, serta akan bekerja sama dengan kesehatan lokal untuk menganalisis kualitas air dan kebersihan makanan dari berbagai penyedia di area itu.
