Kain sasirangan asal Tanah Laut, Kalimantan Selatan, kini menjadi sorotan di kalangan pecinta mode Eropa berkat tampilannya yang unik dan kaya akan makna budaya. Event Indonesia Creative Week Belgium yang diadakan di Antwerp Central Station telah menjadi platform bagi kain ini untuk bersinar di panggung internasional.
Pada tanggal 13 Desember 2025, pergelaran busana ini dihadiri oleh berbagai desainer dari Eropa, yang mengolah kain sasirangan menjadi berbagai item fesyen kontemporer. Mereka berhasil memadukan elemen tradisional dengan tren saat ini tanpa kehilangan esensi budaya yang melekat pada kain tersebut.
Acara ini tidak hanya memfokuskan pada fashion, tetapi juga menampilkan budaya Indonesia secara utuh. Kehadiran kelompok tari Dwi Mekar selama pertunjukan memberikan nuansa autentik yang melengkapi presentasi busana dengan keindahan gerakan dan musik tradisional.
Pengaruh Kain Sasirangan dalam Dunia Fashion Kontemporer
Kain sasirangan yang berasal dari Kalimantan Selatan membawa pesan mendalam tentang budaya dan tradisi. Setiap corak dan warna pada kain ini memiliki makna tersendiri yang mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia.
Desainer yang terlibat dalam pergelaran ini sangat mengedepankan kaidah keberlanjutan dalam karya mereka. Mereka berusaha untuk memanfaatkan bahan alami dan proses produksi yang ramah lingkungan, sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab.
Dengan begitu, nai sasirangan terus diapresiasi dalam dunia fashion yang semakin mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan. Desain kontemporer yang dihasilkan pun memberi kesempatan bagi kain tradisional ini untuk tetap relevan di era modern.
Dwi Mekar dan Pelestarian Budaya Melalui Tari
Kelompok tari Dwi Mekar berhasil menghadirkan keindahan seni tari tradisional yang mengesankan. Mereka menampilkan tarian yang menggambarkan cerita dan makna mendalam dari budaya Kalimantan Selatan, sehingga audiens dapat merasakan keaslian budaya langsung melalui gerakan.
Selama pertunjukan, penampilan mereka memikat perhatian dan memberikan nuansa magis yang melengkapi rangkaian acara. Tari yang ditampilkan membawa penonton pada perjalanan budaya yang penuh warna dan beragam emosi.
Hal ini menunjukkan bahwa seni tari dapat menjadi medium yang kuat dalam mempromosikan dan melestarikan budaya. Kehadiran Dwi Mekar membantu menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup di tengah gempuran budaya global.
Peran Artis Belgia Tinne Oltmans dalam Acara
Puncak dari pertunjukan ini adalah penampilan artistik dari Tinne Oltmans, yang dikenal sebagai aktris dan penyanyi keturunan Indonesia. Dia tidak hanya tampil sebagai bintang, tetapi juga menjadi simbol vonis pencampuran budaya yang berharga.
Melalui penampilannya, Tinne berhasil mengekspresikan perjalanan kehidupannya yang kaya akan budaya. Daya tariknya di atas panggung memberikan energi baru sekaligus menutup acara dengan penuh kemeriahan.
Perpaduan antara mode dan musik dalam acara ini menciptakan pengalaman multisensori yang mendalam. Ia menjadi pengingat bahwa seni dan budaya dapat saling melengkapi dan memperkaya satu sama lain.
