Kota Terdingin di Dunia dengan Suhu Menurun hingga -64 Derajat Celcius

Jakarta menyimpan banyak daerah dengan suhu ekstrem, salah satunya adalah Yakutsk yang terletak di Rusia. Kota ini kini terkenal sebagai yang terdingin di dunia, menjadikannya subjek perbincangan yang menarik di kalangan banyak orang, terutama ketika musim dingin tiba. Suhu terendah yang pernah tercatat di kota ini mencapai -64,4°C pada 5 Februari 1891, dan pada Januari 2025, rata-rata suhu terendah diperkirakan berada di kisaran -42°C. Dalam sebulan itu, jumlah paparan sinar matahari dapat turun menjadi kurang dari empat jam setiap hari, menciptakan suasana sekaligus tantangan bagi warganya.

Kota Yakutsk dihuni oleh sekitar 355.000 orang, setara dengan populasi suatu kota di Indonesia. Banyak yang penasaran bagaimana kehidupan di sini berlangsung, terutama ketika suhu mencapai ekstrem. Meskipun cuaca dingin terasa seperti tantangan, masyarakat kota ini telah beradaptasi dengan kondisi tersebut, menjadikan keunikan suhu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Saat musim dingin, Yakutsk bisa merasakan suhu yang sangat rendah, bahkan hingga -42 derajat Celsius. Namun, kontras yang mengejutkan muncul saat musim panas, ketika suhu bisa melonjak mencapai 26°C di bulan Juli, bahkan melebihi suhu di beberapa kota besar lainnya.

Faktor Penyebab Suhu Ekstrem di Yakutsk

Yakin atau tidak, ada beberapa alasan mengapa Yakutsk menjadi kota terdingin. Pertama, letaknya yang jauh dari pantai membuat kota ini tidak terpengaruh oleh suhu laut, yang biasanya dapat memoderasi cuaca. Jarak sekitar 725 kilometer dari Laut Okhotsk menjadikan Yakutsk tidak memiliki pengaruh positif dari laut dalam mengatur suhu udara.

Kedua, kota ini mengalami fenomena cuaca yang dikenal dengan nama Siberian High. Sistem tekanan tinggi ini membawa massa udara Arktik yang dingin, sehingga menciptakan periode dingin yang berkepanjangan. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa bulan-bulan penuh salju bisa bertahan lebih lama di Yakutsk dibandingkan daerah lain.

Ketiga, waktu sinar matahari yang sangat terbatas selama musim dingin menjadi faktor tambah dalam kondisi dingin yang ekstrem. Dengan kurang dari empat jam cahaya matahari per hari, suhu di daerah ini dapat turun dengan drastis, menciptakan suasana tak tertahankan bagi penduduknya.

Kehidupan Sehari-hari di Yakutsk

Meski menjadi kota terdingin, kehidupan di Yakutsk tidak sepenuhnya terhenti di musim dingin. Penduduk kota ini memiliki cara unik untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca yang keras. Banyak dari mereka yang berprofesi di sektor pertambangan, terutama di perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang berlian. Hal ini menjadikan pertambangan sebagai tulang punggung ekonomi daerah ini.

Bahkan, kondisi ekstrem seperti suhu beku mempengaruhi cara mereka menggunakan kendaraan. Banyak kendaraan yang harus tetap menyala saat diparkir di luar rumah. Jika mesin dimatikan, kendaraan dapat membeku dan tidak dapat dihidupkan kembali, hal ini menambah tantangan tersendiri bagi pengemudi setiap harinya.

Masyarakat Yakutsk selalu berusaha menemukan cara untuk menikmati musim dingin. Sekolah-sekolah tetap buka, dan berbagai kegiatan seperti festival salju sering diadakan untuk merayakan musim dingin. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kondisi cuaca sangat keras, semangat komunitas tetap tinggi dan penuh keceriaan.

Perbandingan dengan Daerah Lain di Rusia

Di luar Yakutsk, di Rusia terdapat desa kecil bernama Oymyakon, yang dikenal sebagai tempat terdingin berpenghuni di dunia. Desa ini pernah mencatat suhu terendah hingga -71,2°C. Dengan populasi sekitar 500 jiwa, Oymyakon menjadi tempat yang sangat menarik bagi para peneliti yang ingin memahami lebih dalam tentang kehidupan di suhu ekstrem.

Meski Oymyakon tidak sebesar Yakutsk, kondisi di desa ini mencerminkan tantangan yang sama. Penduduk desa juga harus menghadapi cuaca yang sangat dingin dan cara beradaptasi yang berbeda. Hidup di Oymyakon seringkali melibatkan keahlian bertahan hidup yang lebih tinggi, termasuk cara berburu dan mencari makanan di lingkungan yang keras.

Dengan keberadaan kota Yakutsk dan desa Oymyakon, Rusia menjadi saksi bisu kondisi ekstrem di mana manusia dapat beradaptasi dan bertahan hidup. Masyarakat di tempat-tempat ini menunjukkan kepada dunia bahwa kehidupan bisa berlangsung meskipun menghadapi suhu yang sangat rendah dan tantangan alam yang ekstrem.

Related posts