Aulia Sarah Sebut Rahayu Film Sengkolo Ironis, Membantu Orang Tapi Gagal Menolong Diri Sendiri

Tanggal Rilis yang Ditunggu-tunggu – Saat banyak film menghiasi layar lebar, hadirnya Sengkolo Petaka Satu Suro oleh MVP Pictures berhasil menarik perhatian. Film yang disutradarai oleh Deni Saputra ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada Kamis, 22 Januari 2026, dan menjadi salah satu film horor yang banyak dinantikan oleh para penonton.

Pemain utama dalam film ini, Aulia Sarah, berperan sebagai Rahayu, seorang bidan yang terjebak dalam berbagai kesialan hidup. Kisah Rahayu, yang diperankan dengan sangat mendalam oleh Aulia, menggambarkan perjalanan emosional yang mengungkap sisi gelap dari kehidupan cinta dan pilihan yang seringkali sulit.

Dalam film ini, Rahayu memiliki seorang adik, Ratih, yang diperankan oleh Cindy Nirmala. Kehadiran karakter adik ini semakin memperdalam kompleksitas cerita dan menambah nuansa dramatis yang kental, menggiring penonton untuk merasakan emosi yang dialami oleh Rahayu.

Kisah Menarik di Balik Karakter Rahayu

Salah satu daya tarik utama dari film Sengkolo Petaka Satu Suro adalah karakter Rahayu yang penuh konflik. Aulia Sarah menggambarkan sosok Rahayu sebagai figur yang ditimpa berbagai kesialan, sering kali akibat keputusan yang kurang tepat. Hal ini menciptakan dinamika yang mengungkap bagaimana sebuah kesalahan kecil dapat berujung pada konsekuensi yang besar.

Rahayu bukan hanya seorang bidan; dia adalah simbol dari segala harapan yang bisa jadi tidak terpenuhi. Dalam pekerjaannya, dia menyelamatkan banyak nyawa, namun di personal life-nya, Rahayu tampak kehilangan arah. Ironi ini menjadi tema besar dalam film yang menciptakan ketegangan sekaligus sentuhan emosional yang dalam.

Kesedihan dan ketidakpastian di kehidupan Rahayu membuatnya terus berjuang. Ia tidak hanya harus membantu orang lain, tetapi juga harus menghadapi kenyataan pahit tentang hidupnya sendiri. Ini adalah refleksi yang sering dialami banyak orang, di mana memberikan bantuan pada orang lain sering kali membuat kita melupakan diri sendiri.

Pesan Moral yang Mendalam dari Film

Lewat perjalanan karakter Rahayu, film ini menyampaikan sejumlah pesan moral yang sangat dihargai. Aulia Sarah menjelaskan bahwa cinta dan sayang kepada orang lain itu penting, tetapi harus ada batasnya. Keseimbangan dalam cinta menjadi kunci agar tidak terjerumus dalam kesedihan yang berkepanjangan.

“Kita boleh mencintai siapa pun, termasuk keluarga, tetapi jangan berlebihan,” kata Aulia. Pesan ini mengajak penonton untuk merenung tentang bagaimana hubungan yang sehat harus seimbang dan tidak membuat kita merasa terpuruk jika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan.

Dalam konteks profesional Rahayu sebagai bidan, ironisnya adalah ia mampu membantu ibu-ibu melahirkan namun kesulitan menjaga kelangsungan hidupnya sendiri. Hal ini memberikan gambaran yang kuat tentang realitas dalam kehidupan yang sering kali tidak sejalan dengan profesi atau peran kita dalam masyarakat.

Kesulitan dalam Menjalani Hidup dan Cinta

Rahayu menjadi representasi dari banyak orang yang terjebak dalam perjuangan cinta. Cinta yang seharusnya memberikan kebahagiaan malah sering kali membawa kesedihan bagi Rahayu. Dalam perannya, Aulia berusaha menunjukkan bagaimana cinta yang terlalu mendalam bisa mengakibatkan keretakan di dalam diri sendiri.

Konflik batin Rahayu sering kali membuat penonton terpikir tentang pilihan yang dibuat dan konsekuensinya. Kekuatan naskah dan akting yang ditunjukkan Aulia Sarah membuat penonton merasakan setiap detak emosi yang ada dalam film ini. Ini adalah salah satu kekuatan terbesar dari film horor ini, tidak hanya menakutkan, tetapi juga menggugah perasaan.

Rahayu mengajarkan kita bahwa terkadang lepas dari cinta dan mengikhlaskan diri itu adalah langkah terbaik. Dengan menerima kenyataan, Rahayu menunjukkan fungsi dari kerelaan dan keberanian yang sering kali harus dimiliki setiap individu dalam menjalani hidup.

Related posts