Sebanyak 70 siswa dari SMA Negeri 2 Kudus terpaksa mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan. Kejadian ini terjadi setelah mereka menyantap menu dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 29 Januari.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengungkapkan bahwa para siswa tersebut langsung dievakuasi dan mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit di wilayah Kabupaten Kudus. Dari keseluruhan siswa yang terdampak, jumlah terbanyak dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus.
Kondisi darurat ini memicu respons cepat dari pihak pemerintah dan aparat keamanan. Dalam situasi yang tidak menguntungkan ini, pihak berwenang berusaha keras untuk menjamin keselamatan siswa agar tidak ada dampak lebih lanjut yang ditimbulkan.
Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Kasus Keracunan
Langkah cepat diambil oleh pemerintah daerah dalam menangani kejadian luar biasa ini, di mana Sam’ani bersama Dandim serta aparat TNI dan Polri ikut serta dalam evakuasi. Munculnya keluhan seperti mual, pusing, dan diare dari siswa langsung ditanggapi dengan membawa mereka ke rumah sakit terdekat.
Pihak pemerintah berkomitmen agar setiap kejadian serupa tidak terulang kembali. Untuk itu, mereka akan mengumpulkan para koordinator serta penanggung jawab satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kabupaten Kudus dalam forum evaluasi.
Evaluasi yang dilakukan ini berfungsi sebagai langkah preventif agar kualitas pelaksanaan program MBG dapat dipastikan. Dengan adanya masalah ini, pengawasan akan ditingkatkan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Perawatan dan Biaya Medical
Pemerintah setempat menjamin bahwa semua biaya perawatan siswa yang terlibat dalam insiden ini akan ditanggung sepenuhnya. Dengan status Kabupaten Kudus yang telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC) hampir 100%, pelayanan kesehatan untuk siswa tersebut pasti terjamin.
Sam’ani menegaskan bahwa tidak hanya siswa yang sudah terdaftar di BPJS yang mendapat perawatan gratis, tetapi juga bagi yang belum memiliki, mereka akan diaktifkan secepatnya. Ini menunjukkan kepedulian pemerintah dalam situasi darurat seperti ini.
Sementara itu, pihak rumah sakit memantau kondisi setiap pasien yang baru dirawat. Jika kesehatan mereka membaik, mereka akan diperbolehkan pulang dan melanjutkan perawatan di rumah.
Pengamatan dan Penyelidikan di Lapangan
Di lapangan, Dinas Kesehatan Kudus tidak berhenti hanya pada perawatan siswa saja. Mereka juga tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab pasti dari keracunan ini.
Pengambilan sampel makanan, feses, dan komponen lainnya sedang dilakukan sebagai bagian dari investigasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa keamanan makanan yang disajikan dalam program MBG selalu terjaga.
Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam, mengatakan bahwa tindakan observasi atas kondisi pasien akan terus dilakukan hingga semua bisa dinyatakan pulih. Sebagai bagian dari proses, seluruh pasien diminta untuk mematuhi anjuran dokter selama masa perawatan.
