7 Tanda Tersembunyi Tubuh Dehidrasi Berat Selain Rasa Haus

Jakarta – Seringkali, kita menganggap rasa haus sebagai satu-satunya tanda bahwa tubuh kita membutuhkan air. Namun, para ahli kesehatan menekankan bahwa saat Anda merasa haus, tubuh Anda sebenarnya sudah berada dalam kondisi dehidrasi yang awal.

Air merupakan komponen vital bagi tubuh manusia, yang terdiri sekitar 60 persen air, meskipun jumlah ini dapat bervariasi. Untuk menjaga agar semua fungsi tubuh berjalan optimal, penting untuk terus menjaga asupan cairan sehari-hari.

Menurut Dr. Tamika Henry, seorang dokter keluarga bersertifikasi, air berfungsi untuk membuang racun, mengatur suhu tubuh, melumasi persendian, serta mendukung kesehatan sel, jaringan, dan organ. Oleh karena itu, penting untuk lebih peka terhadap kebutuhan hidrasi tubuh kita.

Namun, rasa haus bukan satu-satunya sinyal dehidrasi. Ada beberapa indikasi lainnya yang dapat menjadi petunjuk bahwa tubuh kita kekurangan cairan. Berikut ini adalah tujuh tanda kurang hidrasi yang mungkin tidak Anda sadari, meskipun tidak merasa haus.

1. Bau mulut yang tidak sedap

Bau mulut dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk dehidrasi. Produksi air liur berperan penting dalam menjaga kesehatan mulut dan mengurangi bau tidak sedap.

Air liur memiliki kualitas antibakteri, tetapi jika tubuh kekurangan cairan, produksi air liur pun akan menurun. Akibatnya, kuman penyebab bau mulut tidak dapat ditangani dengan baik, seperti yang dijelaskan oleh ahli gizi, Dr. Shyamala Vishnumohan.

2. Rasa lapar meski baru saja makan

Kehadiran rasa lapar bisa berarti tubuh Anda memang memerlukan makanan. Namun, sering kali, keinginan untuk makan—terutama makanan asin—merupakan sinyal bahwa tubuh Anda sebenarnya membutuhkan lebih banyak cairan.

Penting untuk membedakan antara rasa lapar sejati dan tanda bahwa Anda sedang dehidrasi. Memperhatikan sinyal tubuh dapat membantu Anda menghindari konsumsi makanan berlebihan yang sebenarnya tidak diperlukan.

3. Sakit kepala yang cukup mengganggu

Sakit kepala sering dijadikan tanda awal dehidrasi. Meskipun penyebab pasti sakit kepala akibat dehidrasi belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa teori yang menjelaskan fenomena ini.

Dr. Henry mengungkapkan bahwa dehidrasi dapat membuat cairan dalam otak berkurang, memberikan tekanan pada membran otak, dan merangsang reseptor nyeri. Hal ini berarti sakit kepala bisa jadi pertanda bahwa Anda telah terlalu lama tanpa air.

4. Kesulitan dalam berkonsentrasi atau fokus

Dehidrasi bisa menyebabkan seseorang merasa kesulitan untuk fokus. Kurangnya cairan dapat memengaruhi kinerja otak dan menyebabkan tantangan saat menyelesaikan tugas-tugas yang memerlukan keterampilan motorik.

Dampak dehidrasi pada fungsi kognitif sering kali terlihat jelas, mengapa sangat dianjurkan untuk mempertahankan asupan air yang cukup sepanjang hari.

5. Mengalami sembelit yang menyakitkan

Sembelit adalah kondisi di mana buang air besar terjadi kurang dari tiga kali dalam seminggu. Salah satu penyebab utama dari sembelit dapat diatribusikan kepada kurangnya cairan dalam tubuh.

Air berperan penting dalam proses pencernaan, dan mencukupi konsumsi cairan dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih optimal, seperti yang diungkapkan oleh Dr. Henry.

6. Mood atau emosi yang terganggu

Selain memengaruhi fisik, dehidrasi juga bisa berdampak pada emosi dan suasana hati. Otak sangat peka terhadap perubahan kadar cairan, dan ketidakseimbangan dapat memicu masalah emosional.

Akibatnya, gejala dehidrasi dapat memicu iritabilitas, yang sering kali membuat seseorang merasa lebih sensitif dan mudah emosional.

7. Kulit yang kehilangan elastisitas

Kulit kering bukan satu-satunya indikator tingkat hidrasi, tetapi elastisitas kulit sangat berkaitan. Anda bisa melakukan tes sederhana dengan mencubit kulit di bagian punggung tangan.

Jika kulit Anda terhidrasi dengan baik, seharusnya dapat kembali ke posisi semula dengan cepat setelah dicubit. Namun, jika tidak, itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh Anda sedang dehidrasi.

Berapa banyak air yang seharusnya Anda minum setiap hari?

Tidak ada angka pasti untuk kebutuhan harian air setiap individu. Kebutuhan cairan sangat bergantung pada banyak faktor seperti ukuran tubuh, komposisi, tingkat aktivitas, iklim, serta pola makan.

Misalnya, jika Anda beraktivitas di cuaca panas atau melakukan olahraga intensif, Anda perlu meningkatkan asupan cairan dan mengganti elektrolit yang hilang melalui keringat. Memperhatikan kebutuhan cairan pribadi dapat membantu menjaga kesehatan Anda.

Untuk mendukung kesehatan yang optimal, cukup minum air setiap hari dan memperhatikan sinyal tubuh Anda agar terhindar dari dehidrasi. Dengan mengenali tanda-tanda dehidrasi, Anda dapat lebih baik dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Related posts