Alasan PBSI Memilih Kontingen Ganda Campuran Indonesia untuk Turnamen

Pelatih ganda campuran Indonesia, Rionny Mainaky, membuat keputusan tegas untuk mengatur jumlah atlet yang dikirim ke turnamen demi fokus merebut gelar juara. Keputusan tersebut diambil setelah pasangan ganda campuran Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil tidak berpartisipasi dalam ajang bergengsi All England 2026, meskipun secara peringkat mereka berhak untuk ikut serta.

PBSI mengalihkan perhatian ke dua pasangan ganda campuran lain, yaitu Jafar Hidayatullah bersama Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Amri Syahnawi dengan Nita Violina Marwah. Kebijakan ini menunjukkan langkah strategis untuk meningkatkan peluang meraih prestasi dalam turnamen yang akan datang.

Rionny menekankan pentingnya menentukan komposisi atlet yang tepat agar bisa meraih hasil optimal di turnamen. Keputusan ini berfungsi untuk memastikan bahwa setiap pasangan dapat memberikan performa terbaik mereka pada kesempatan yang ada.

Perencanaan Strategis PB-SI untuk Turnamen Internasional

Rionny menjelaskan bahwa pendaftaran untuk All England sudah dilakukan jauh sebelum kompetisi Thailand Masters. Dalam sebuah wawancara, dia mengatakan, “Kami mendaftar untuk All England dengan dua pasangan yang memiliki ranking teratas.” Hal ini menunjukkan komitmen PB-SI dalam menjaga kualitas tim yang akan bertanding di level internasional.

Pada bulan Maret mendatang, terdapat tiga kejuaraan yang cukup padat: All England, Swiss Open, dan Orleans Masters. Rionny lebih memilih membawa dua pasangan di All England dan Swiss, sementara dua pasangan lainnya, termasuk Adnan/Indah dan Dejan/Bernadine, akan ditugaskan di Swiss dan Orleans. Pendekatan ini diharapkan akan memaksimalkan peluang meraih gelar.

Dengan adanya tiga turnamen dalam waktu dekat, manajemen atlet yang lebih hati-hati menjadi krusial. Rionny berpendapat bahwa lebih baik mengambil pendekatan bertahap untuk meraih gelar daripada terburu-buru mengirimkan banyak atlet ke berbagai kompetisi.

Tujuan Jangka Panjang dan Prestasi

Rionny juga menegaskan bahwa fokus utamanya bukan hanya pada banyaknya turnamen yang diikuti, tetapi lebih kepada peluang untuk meraih gelar juara. “Kami optimis adanya peluang untuk menang, dan memprioritaskan prestasi di atas kuantitas,” ujarnya. Pendekatan ini menciptakan harapan baru bagi tim ganda campuran Indonesia.

Sebagai pelatih, Rionny paham benar akan tantangan yang dihadapi oleh para atlet, baik dari segi mental maupun fisik. Dia percaya bahwa kualitas latihan dan persiapan yang matang adalah kunci sukses dalam kompetisi. “Kami ingin atlet yang dari bawah bisa naik ke atas dan menghasilkan prestasi yang membanggakan,” tambahnya.

Pencapaian dalam kejuaraan ini akan menjadi langkah awal bagi tim untuk berkompetisi dalam Race to Olympics mendatang. Harapan Rionny adalah agar seluruh atlet bisa memberikan yang terbaik dalam setiap kejuaraan yang diikuti demi meraih target yang telah ditetapkan.

Membangun Kepercayaan Diri Atlet untuk Kompetisi Global

Dalam dunia bulu tangkis, kepercayaan diri adalah aspek penting bagi seorang atlet. Rionny berupaya membangun mental juara pada setiap pasangan yang dilatihnya. “Setiap turnamen adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang, baik bagi atlet pemula maupun yang sudah berpengalaman,” katanya.

Melalui pendekatan yang sistematis, ia ingin memastikan bahwa para atlet tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga menikmati proses kompetisi. Penyebaran beban pertandingan di antara pasangan-pasangan yang ada juga menjadi strategi yang diharapkan dapat mengurangi tekanan yang biasanya dirasakan oleh para atlet.

Penting bagi para atlet untuk tetap tenang dan bersiap menghadapi tantangan di lapangan. “Jangan biarkan ekspektasi menjadi beban, sebaliknya, gunakan itu sebagai motivasi untuk menunjukkan yang terbaik,” ujarnya kepada para atlet yang sedang berlatih di pelatnas.

Pelatihan yang dilakukan di Cipayung juga mencakup simulasi bertanding untuk mempersiapkan para atlet menghadapi lawan-lawan tangguh di turnamen. Rionny ingin menciptakan suasana kompetitif agar atlet dapat merasakan tekanan dan belajar menghadapinya sebelum menjelang kejuaraan yang sebenarnya.

Related posts