Sungai Jaletreng Diberi Karbon Aktif Setelah Terpapar Limbah Kimia

Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengambil tindakan cepat untuk mengatasi pencemaran Sungai Jaletreng yang terjadi akibat kebakaran di kawasan industri. Dalam upaya ini, mereka menaburkan karbon aktif di sepanjang dua kilometer aliran sungai untuk menyerap zat kimia yang mungkin mencemari air.

Langkah ini diambil setelah kebakaran gudang kimia di Taman Tekno, dan merupakan bentuk respon darurat untuk meminimalkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan. Menurut Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, penanganan ini bersifat mendesak agar masyarakat tidak terpapar residu berbahaya dalam jangka panjang.

Kegiatan penebaran karbon aktif melibatkan berbagai unsur dari pemerintah, termasuk TNI-Polri dan perwakilan DPRD, menunjukkan komitmen serius dalam menangani masalah pencemaran ini. Melalui usaha kolaboratif ini, diharapkan dampak dari kebakaran dapat diminimalkan.

Langkah-langkah Penanganan Pencemaran Lingkungan

Pilar menegaskan pentingnya penanganan di aliran sungai dengan karbon aktif, karena bahan ini mampu mengikat senyawa kimia hasil kebakaran. Proses ini dilakukan dengan harapan mampu mempercepat pemulihan kualitas air di Sungai Jaletreng.

Karbon aktif yang digunakan diperoleh dari pihak pengusaha gudang kimia yang terbakar sebagai bentuk tanggung jawab mereka atas kejadian ini. Hal ini menunjukkan kerjasama antara pemerintah dan pelaku industri dalam menjamin keamanan lingkungan.

Selain itu, Pemkot Tangerang Selatan juga mengkoordinasikan dengan kepolisian setempat untuk mengangkut residu kebakaran ke fasilitas pengolahan limbah berbahaya. Tindakan ini dianggap penting untuk mencegah partikel berbahaya masuk ke dalam siklus air hujan dan menjadi lebih sulit dikelola.

Pentingnya Penanganan Segera terhadap Dampak Kebakaran

Pilar mengungkapkan kecemasan bahwa jika hujan turun, residu bisa masuk ke sungai dan menyebabkan dampak yang lebih luas. Oleh karena itu, pembersihan tidak bisa ditunda.

Pemkot juga berencana berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mencari teknologi tambahan guna menetralisir zat kimia yang tersisa. Langkah ini menjadi krusial dalam upaya pemulihan, terutama untuk perlindungan kesehatan masyarakat.

Selain upaya teknis, DPRD Tangsel juga mengusulkan untuk menebar bibit ikan sebagai bagian dari pemulihan ekosistem sungai setelah kondisi air dipastikan aman kembali. Ini sebagai simbol revitalisasi sungai yang terdampak oleh kejadian tersebut.

Evaluasi dan Pembenahan Sistem Perizinan di Taman Tekno

Sebagai langkah lanjut, Pemkot Tangerang Selatan akan melakukan evaluasi terhadap perizinan dan dokumen bangunan di kawasan Taman Tekno. Pemeriksaannya mencakup berbagai hal, seperti Sertifikat Laik Fungsi dan instalasi pengolahan air limbah.

Pilar menekankan pentingnya pembenahan ini dilakukan bersama dengan semua pihak yang terkait untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Dengan evaluasi yang menyeluruh, keamanan dan kelayakan bangunan menjadi perhatian utama.

Setiap gudang dan industri akan ditinjau ulang, mulai dari sistem proteksi kebakaran hingga kelayakan struktural bangunan. Hal ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dalam mengelola risiko kebakaran dan pencemaran lingkungan.

Related posts