Oki Rengga Curhat 3 Hari Tentang Adegan Marah dan Kaget di Serial Dunia Tanpa Tuhan

Jakarta – Oki Rengga baru saja menyelesaikan proyek menariknya di dunia seni peran dengan membintangi serial berjudul Dunia Tanpa Tuhan. Pendekatan yang berbeda dalam berakting di serial ini rupanya menjadi tantangan tersendiri bagi Oki, membuatnya merasakan kesulitan dalam mengadaptasi ekspresi wajahnya.

Proses syuting yang berlangsung dari Desember 2025 hingga Januari 2026 menuntut Oki untuk beradaptasi dengan cepat. Dalam perjalanan ini, Oki menyadari bahwa akting untuk film dan serial memiliki nuansa yang sangat berbeda, dan hal ini membuatnya merasa kebingungan di awal.

Bagi Oki, akting dalam film sering kali menuntut ekspresi yang lebih subtil dan natural, mengingat penontonnya melihat wajahnya di layar besar. Namun, bagi serial, ia harus menampilkan ekspresi yang lebih dramatis dan besar agar dapat dijangkau oleh penonton dari layar televisi atau perangkat lainnya.

Menghadapi Tantangan Akting dalam Serial Televisi

Oki mengaku bahwa tantangan terbesar pada awal syuting adalah menyesuaikan diri dengan format karakter yang diinginkan oleh sutradara. Ia terpaksa berdiskusi intensif untuk mencari cara mengungkapkan karakter yang tepat. Keterbukaan sutradara dalam memberikan kritik menjadi kunci bagi Oki untuk mencapai performa yang diharapkan.

“Awalnya saya mengalami kesulitan, sampe berminggu-minggu berkomunikasi dengan sutradara agar bisa menemukan cara bertindak yang sesuai,” ujarnya. Diskusi ini menjadi sangat penting bagi Oki agar ia bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai karakternya.

Selama syuting, Oki kerap mendapatkan umpan balik negatif mengenai ukurannya dalam ber-ekspresi. “Saya dijelaskan bahwa ekspresi yang saya tunjukkan terasa terlalu kecil. Saya pun meminta petunjuk, ‘Seberapa besar yang diinginkan, Pak?’” tuturnya. Dalam konteks ini, komunikasi antara aktor dan sutradara menjadi sangat esensial untuk kesuksesan sebuah proyek.

Perbandingan Antara Akting Film dan Serial

Membedakan akting di film dan serial sangat penting, dan Oki menyadari perbedaan ini dengan cepat. Dalam film, disajikan kepada penonton dalam bentuk visual yang lebih statis, sementara serial menuntut penonton untuk terhubung secara emosional dalam tempo yang lebih cepat. Oleh karena itu, ekspresi yang lebih besar dianggap lebih acceptable untuk serial.

Situasi ini menjadi medan baru bagi Oki untuk berkembang. “Saya harus mengeksplorasi batasan kemampuan peran saya, terutama ketika berhadapan dengan momen-momen emosional,” tambahnya. Hal ini tentu menjadi tantangan dunia akting yang menarik untuk ditelusuri lebih jauh.

Dalam proyek ini, Oki juga mendapatkan dukungan dari rekan-rekannya, seperti Lolox, yang telah lebih berpengalaman dalam dunia serial. Lolox juga mengungkapkan bahwa awalnya Oki merasa pusing dan membutuhkan cukup banyak bimbingan. “Kita semua harus menjalani proses pembelajaran ini, dan saling mendukung sangat membantu,” ungkapnya.

Perkembangan Karakter dalam Proses Syuting

Dalam perjalanan karirnya, Oki telah membangun fondasi yang kuat dalam hal berakting. Namun, setiap karakter memiliki kompleksitas dan tantangan masing-masing. Oki menyadari bahwa karakter dalam Dunia Tanpa Tuhan sangat berbeda dibandingkan dengan peran sebelumnya, sehingga memerlukan pendekatan yang sama sekali baru.

Oki pun mulai memahami bahwa karakter tersebut tidak hanya membutuhkan ekspresi fisik yang kuat, tetapi juga kedalaman emosi yang harus ditunjukkan dalam setiap adegan. “Terkadang, saya merasa ditarik dalam dua arah yang berbeda, antara keinginan untuk menjadi natural dan tuntutan untuk berekspresi lebih,” jelasnya.

Proses ini mendorong Oki untuk tidak hanya menjadi aktor yang baik tetapi juga penyelami karakter yang lebih mendalam dan berlayer. Selama berinteraksi dengan karakter lain dalam serial, ia harus belajar komunikasi dan dinamika karakter yang lebih kompleks.

Related posts