Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, SAR Temukan Satu Jenazah di Lokasi Tersebut

Pencarian korban tenggelamnya kapal wisata di Labuan Bajo menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak. Tim SAR gabungan telah melakukan berbagai upaya untuk menemukan korban yang masih hilang, termasuk melakukan penyisiran intensif di perairan yang menjadi lokasi tragedi tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu, harapan untuk menemukan korban hidup mulai menipis. Namun, dedikasi tim pencari dan penyelamat tetap kuat, menggambarkan semangat dan komitmen mereka dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Pada Minggu (4/1), pihak berwenang melaporkan bahwa satu korban telah ditemukan di perairan Selat Padar. Penemuan ini menjadi titik terang di tengah proses pencarian yang berlangsung sengit.

Proses Pencarian yang Terus Berlanjut Guna Temukan Korban Hilang

Sejak tenggelamnya kapal, tim SAR gabungan telah bekerja tanpa lelah untuk menemukan para korban. Mereka melakukan penyisiran dengan menggunakan berbagai alat, termasuk kapal dan peralatan sonar untuk meningkatkan efektivitas pencarian.

Korban pertama yang ditemukan adalah seorang pria dewasa berkebangsaan Spanyol dan ditemukan pada jarak sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi tenggelamnya kapal. Penemuan ini memberikan harapan, meskipun kesedihan masih membayangi keluarga dan kerabat korban yang hilang.

Tim SAR beranggapan bahwa operasi mereka akan terus berlanjut, terutama setelah adanya berita mengenai penemuan korban. Anggota tim tidak hanya bertambah jumlahnya, tetapi juga alat yang digunakan untuk pencarian diperbarui agar lebih efisien.

Identifikasi Korban dan Proses Evakuasi

Begitu jenazah ditemukan, proses identifikasi segera dilakukan oleh tim DVI dari Polda NTT dan RSUD Komodo Labuan Bajo. Ini merupakan langkah penting untuk memberikan kepastian bagi keluarga korban yang sedang menunggu berita.

Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati, menggunakan Kapal KN SAR Punta Dewa milik Basarnas. Jenazah dibawa ke pelabuhan dan langsung diarahkan ke rumah sakit untuk memulai proses pemeriksaan lebih lanjut.

Seluruh langkah evakuasi dan identifikasi dilakukan dengan profesional dan berkoordinasi dengan pihak keluarga, menunjukkan betapa pentingnya keterlibatan masyarakat dalam situasi darurat ini.

Peningkatan Upaya Pencarian dan Koordinasi dengan Masyarakat

Setelah menemukan satu korban, pihak kepolisian mengumumkan bahwa operasi pencarian akan diperpanjang selama tiga hari. Ini menunjukkan keseriusan mereka dalam mencari korban yang belum ditemukan, serta memastikan bahwa tidak ada yang terlewat.

Kapolda NTT juga menekankan perlunya koordinasi dengan masyarakat setempat. Mereka mengimbau agar nelayan dan warga di sekitar perairan segera melapor jika menemukan tanda-tanda lain yang dapat membantu dalam pencarian.

Koordinasi ini penting mengingat daerah perairan yang luas dan terkadang sulit dijangkau. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan pencarian bisa menjadi lebih efisien.

Related posts