Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, baru-baru ini mengalami kekalahan di perempat final Malaysia Open 2026. Pasangan ini tak dapat meneruskan langkahnya setelah bertarung sengit melawan pasangan asal Korea Selatan, Baek Ha Na dan Lee So Hee, selama 86 menit.
Dalam pertandingan tersebut, Febriana dan Meilysa menunjukkan permainan yang solid di set pertama dengan meraih kemenangan 21-13. Namun, mereka tidak dapat mempertahankan momentum, dan akhirnya kalah dengan skor 19-21 di set kedua dan 13-21 di set ketiga.
Febriana mengungkapkan bahwa mereka telah memberikan yang terbaik dalam pertandingan itu. “Kami sudah berusaha maksimal. Namun, fokus menjadi kunci yang perlu kami tingkatkan untuk menjamin akurasi dalam pukulan dan gerakan,” jelasnya selepas pertandingan.
Tantangan yang Dihadapi Terkait Pengalaman di Lapangan
Dari analisis yang dilakukan, ada beberapa faktor yang berkontribusi pada kekalahan mereka. Salah satunya adalah kurangnya fokus di saat-saat kritis, di mana pemain sering kehilangan kendali dan strategi permainan. Dalam olahraga, terutama bulu tangkis, momen-momen kecil bisa sangat menentukan hasil akhir.
Meilysa menambahkan, “Turnamen ini adalah yang pertama bagi kami di tahun 2026. Kami melihat banyak area yang perlu diperbaiki.” Mereka berkomitmen untuk melatih kekurangan-kekurangan yang ada dalam permainan mereka.
Pertandingan ini juga memberikan pelajaran berharga di mana mereka harus lebih siap menghadapi perubahan strategi dari lawan. “Kami harus belajar untuk beradaptasi dan mempertahankan pertahanan kami dengan lebih baik,” tandasnya.
Performa Kuat pada Set Pertama Tidak Cukup
Meskipun berhasil menang di set pertama, Febriana dan Meilysa merasa bahwa performa tersebut tidak cukup untuk membawa mereka sampai ke babak selanjutnya. Mereka terlalu cepat merasa nyaman dan tidak cukup tanggap terhadap perubahan strategi lawan. “Kami seharusnya lebih waspada dan tidak menganggap remeh lawan,” ujar Febriana.
Dalam set kedua dan ketiga, Baek dan Lee berhasil mengambil alih kendali permainan, yang membuat Febriana dan Meilysa kesulitan mengimplementasikan strategi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi adalah faktor penting dalam setiap pertandingan.
Meilysa berharap mereka dapat memanfaatkan kekalahan ini sebagai motivasi untuk setiap pertandingan mendatang. “Kekalahan ini harus menjadi titik tolak bagi kami untuk tampil lebih baik ke depannya,” imbuhnya.
Harapan dan Visi untuk Masa Depan
Ketiga, pencapaian di turnamen ini tidak serta merta membuat Febriana dan Meilysa kehilangan harapan. Mereka tetap optimis dan bertekad untuk mencapai prestasi yang lebih baik di tahun ini. “Tahun ini, kami ingin mendapatkan gelar juara dan berdiri di podium tertinggi,” tegas Meilysa.
Menurut keduanya, memperbaiki fokus dan strateginya adalah langkah awal untuk mencapai tujuan tersebut. Mereka berencana untuk kembali berlatih lebih keras dan menganalisis permainan mereka secara mendetail.
Seiring dengan persiapan untuk turnamen mendatang, Febriana menekankan pentingnya memiliki mental yang kuat. “Bukan hanya fisik yang harus kuat, tetapi mental juga harus tangguh,” ujarnya.
