Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) telah menunjukkan prestasi yang mengesankan sepanjang tahun 2025. Dengan jumlah pendaftaran domain .id yang mencapai 1.431.960 hingga Desember 2025, PANDI berhasil melampaui target tahunan yang telah ditetapkan.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian, tetapi juga fondasi yang kuat bagi PANDI untuk menetapkan standar yang lebih tinggi di tahun 2026. Mereka menargetkan akan mencapai 1,5 juta nama domain .id terdaftar di tahun ini, sambil terus memperkuat kualitas dan keamanan ekosistem digital nasional.
Ketua PANDI, John Sihar Simanjuntak, menyatakan bahwa dalam memasuki tahun 2026, fokus organisasi akan mengalami pergeseran. Tidak lagi hanya berorientasi pada angka pertumbuhan, melainkan lebih pada penguatan tata kelola dan keamanan siber untuk mempertahankan kepercayaan publik.
“Pertumbuhan harus disikapi secara holistik. Yang lebih penting adalah bagaimana domain .id dapat memberikan ruang digital yang aman, berdaulat, dan bermanfaat,” ungkap John Sihar dalam keterangannya pada awal Februari 2026.
Untuk mencapai target ambisius tersebut, PANDI telah menyusun peta jalan yang terdiri dari beberapa langkah strategis. Beberapa langkah tersebut dirancang untuk mengintegrasi dan memperkuat berbagai aspek dalam domain dan digitalisasi.
- Penguatan Keamanan Siber: PANDI berencana untuk mengintegrasikan platform Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX) dengan CleanDNS. Ini bertujuan untuk mitigasi phishing, penipuan daring, dan malware secara real-time.
- Transformasi Identitas Digital: Mereka akan melakukan optimalisasi pada aplikasi E.ID, sebuah dompet identitas digital berbasis blockchain. Aplikasi ini akan memberikan kontrol penuh bagi pengguna terhadap data pribadi mereka sesuai dengan UU Pelindungan Data Pribadi.
- Digitalisasi Budaya: PANDI akan melanjutkan implementasi Domain Tingkat Dua berbasis aksara daerah. Salah satu yang akan diimplementasikan adalah aksara Bali, yang direncanakan untuk tersedia secara umum pada 15 Februari 2026.
Strategi PANDI dalam Meningkatkan Keamanan Siber dan Pelayanan
PANDI mengakui bahwa keamanan siber menjadi salah satu prioritas utama dalam pengelolaan domain. Kejahatan di dunia maya yang terus berkembang membuat langkah-langkah mitigasi harus ditingkatkan setiap waktu.
Dalam upaya ini, PANDI akan mengembangkan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk membangun kesadaran tentang pentingnya keamanan digital. Dengan meningkatkan pengetahuan pengguna, diharapkan mereka lebih mampu melindungi diri dari berbagai ancaman di dunia maya.
Selain itu, PANDI juga berencana untuk memberikan pelatihan dan workshop bagi para pengelola domain. Dengan demikian, pengelola akan lebih siap dalam menghadapi tantangan keamanan yang ada di industri ini.
Penggunaan teknologi dan sistem yang lebih baik akan menjadi fokus utama dalam menjalankan berbagai strategi ini. PANDI percaya bahwa adaptasi terhadap inovasi terbaru sangat penting dalam menjaga kepercayaan pengguna.
Mari Meningkatkan Pemahaman dan Aksesibilitas Domain .id
Salah satu langkah PANDI adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya memiliki domain .id. Domain ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas online, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan digital.
Untuk itu, PANDI akan aktif dalam memberikan sosialisasi mengenai manfaat serta kemudahan yang didapat dengan menggunakan domain .id. Dengan memberikan informasi yang jelas, diharapkan masyarakat semakin tertarik untuk mendaftar.
PANDI juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mempermudah proses pendaftaran. Melalui kemitraan ini, diharapkan pelayanannya dapat menjangkau lebih banyak orang, terutama di daerah terpencil.
Pengembangan infrastruktur digital yang memadai akan mendukung misi tersebut. Dengan memfasilitasi akses yang lebih baik, PANDI berkomitmen untuk membuat domain .id lebih mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Menjadi Pionir dalam Digitalisasi Budaya dan Identitas
PANDI berkomitmen untuk mendorong digitalisasi budaya lokal, salah satunya melalui implementasi Domain Tingkat Dua berbasis aksara daerah. Ini adalah langkah signifikan dalam mengenalkan dan melestarikan budaya lokal di dunia digital.
Melalui aksara Bali sebagai contoh, PANDI menggambarkan pentingnya keberagaman dalam dunia digital. Ini bukan hanya soal nama domain, tetapi juga menyangkut pengakuan dan penghargaan terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Dengan langkah ini, PANDI berharap pengguna dapat memiliki keterhubungan yang lebih kuat dengan budaya lokal mereka. Pembentukan identitas digital yang sejalan dengan budaya diharapkan dapat menciptakan rasa memiliki dan kebanggaan.
PANDI juga menyadari bahwa untuk mencapai tujuan ini, kolaborasi dengan berbagai komunitas budaya sangat penting. Melalui kerjasama, mereka dapat memastikan bahwa proses digitalisasi berjalan dengan baik dan tidak kehilangan esensi dari budaya tersebut.
