Surabaya, sebuah kota yang terkenal dengan kesibukannya, baru saja mengalami peristiwa yang tidak biasa. Puting beliung menerjang kawasan Terminal Kalimas, membawa angin kencang dan hujan lebat yang mengakibatkan kerusakan fasilitas di area tersebut.
Sejumlah fasilitas yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terlihat rusak parah, terutama di area pergudangan. Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat cuaca yang ekstrim.
Purwanto Wahyu Widodo, Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menjelaskan bahwa hujan deras dan angin kencang menyebabkan kerusakan yang signifikan. Terutama atap Gudang 611 dan Gudang 612 yang mengalami kerusakan akibat angin tersebut.
Selama kejadian, Gudang 611 dalam keadaan kosong, sedangkan Gudang 612 sedang menyimpan sejumlah komoditas. Tim operasional segera mengambil langkah tanggap darurat untuk mengamankan area dan barang-barang yang ada di dalamnya.
Pengamanan dan Penutupan Kargo di Wilayah Kalimas
Setelah terjadinya bencana, langkah-langkah cepat diambil untuk melindungi muatan yang terancam. Penutupan kargo dilakukan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut akibat hujan yang berlanjut setelah peristiwa tersebut.
Purwanto menjelaskan bahwa akses keluar masuk di Pos 4 Kalimas juga terpengaruh oleh material yang berserakan dan kondisi cuaca yang buruk. Namun, pihaknya segera memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk memastikan aktivitas logistik tetap berjalan.
Kondisi tersebut mengharuskan seluruh tim bekerja sama dalam proses evakuasi fasilitas yang terdampak. Pembersihan dan pemulihan sistem pendukung operasional menjadi prioritas untuk kembali mengaktifkan area tersebut secepat mungkin.
Upaya pemulihan ini berlangsung tanpa ada korban jiwa atau luka, yang merupakan hal positif di tengah bencana ini. Semua pekerja dan personel yang berada di lokasi dinyatakan aman, membuktikan perlunya sistem tanggap darurat yang baik.
Proses Pemulihan dan Pemeliharaan Fasilitas yang Terdampak
Pemulihan menjadi fokus utama PT Pelabuhan Indonesia setelah kejadian. Tim bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan bahwa fasilitas yang rusak bisa diperbaiki dan sistem operasional kembali normal tanpa ada gangguan.
Salah satu kekhawatiran adalah pengamanan kargo pelanggan. Purwanto menekankan bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga kelancaran operasional, terutama dalam kegiatan bongkar muat yang tetap dilakukan dengan normal.
Menurut informasi dari Ana Adiliya, Branch Manager Kalimas Subholding Pelindo Multi Terminal, kegiatan operasional tetap berjalan tanpa gangguan berarti. Langkah mitigasi yang cepat oleh tim di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proses ini.
Tim Pelindo memastikan bahwa penutupan kargo dan pengamanan area gudang terdampak dilakukan dengan baik. Hal ini bertujuan untuk menjaga komunikasi dengan pemilik barang agar pengiriman tetap lancar dan tanpa kendala.
Cuaca Ekstrem yang Melanda Surabaya dan Dampaknya
Kejadian ini merupakan bagian dari kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda Surabaya dalam beberapa hari terakhir. Menurut informasi dari otoritas meteorologi, cuaca buruk dipengaruhi oleh Monsun Asia dan dinamika atmosfer yang berlangsung.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kawasan Jawa Timur menghadapi potensi cuaca ekstrem yang seharusnya diwaspadai. Kondisi ini menjadi perhatian bagi berbagai pihak, terutama dalam menjamin keselamatan masyarakat.
Pihak berwenang terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana serupa di masa depan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pendidikan mengenai kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam juga sangat diperlukan. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih siap dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat seperti puting beliung ini.
