Satgas Cartenz Ungkap Identitas 2 Pelaku Penembakan Pesawat di Papua

Satgas Damai Cartenz tengah dalam proses investigasi terkait insiden penembakan pesawat yang terjadi di Lapangan Terbang Korowai, Papua. Para petugas telah mengidentifikasi dua dari 20 orang pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut, dan mereka diharapkan akan melarikan diri ke arah Yahukimo.

Penyelidikan mendalam dilakukan oleh aparat setelah insiden yang merenggut nyawa pilot dan kopilot ini. Penumpang yang selamat memberi kesaksian tentang keberadaan senjata yang digunakan dalam aksi penembakan tersebut.

Kepala Satgas Humas Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa pelaku dilaporkan menggunakan senjata api dan senjata tajam lainnya. Dengan situasi yang semakin memanas, kepolisian berupaya keras untuk menangkap pelaku dan mengamankan wilayah tersebut.

Penembakan Pesawat di Papua: Detail dan Kronologi Kejadian

Insiden penembakan pesawat Smart Air terjadi pada Rabu, 11 Februari, ketika pesawat tersebut baru saja mendarat di Bandara Korowai Batu. Pesawat yang diawaki oleh Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro tersebut membawa 13 penumpang saat menerima tembakan dari arah hutan sekitar bandara.

Informasi mengenai penembakan disampaikan oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito. Menurutnya, insiden tersebut terjadi tepat sekitar pukul 11.00 WIT dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian yang menerima laporan dari bandara.

Kedua pilot yang berada di dalam pesawat dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Hal ini menambah duka mendalam atas kasus kekerasan yang terus melanda malam Papua.

Jumlah pelaku dan pola kekerasan di Yahukimo

Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa diperkirakan ada sekitar 200 orang yang tergabung dalam kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo. Kelompok ini terdistribusi dalam beberapa kelompok kecil, yang mempersulit upaya penegakan hukum oleh aparat.

Dalam dua bulan terakhir, terdapat lebih dari 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok ini. Tindakan tersebut nampaknya bertujuan untuk menunjukkan eksistensi mereka dan menarik perhatian media.

Menarik untuk dicatat bahwa di antara tindakan kekerasan tersebut, ada pola tertentu yang menggambarkan strategi kelompok. Mereka sering menggunakan metode serangan mendadak dan cepat untuk memaksimalkan dampak psikologis terhadap masyarakat.

Upaya Penegakan Hukum dan Penangkapan Pelaku

Dalam upaya untuk menindaklanjuti penembakan pesawat, aparat juga telah mengamankan empat orang dalam dua hari terakhir. Dua di antaranya telah dikonfirmasi terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di daerah tersebut.

Kombes Yusuf mengonfirmasi bahwa salah satu pelaku, GW, terlibat dalam penembakan anggota Brimob pada November tahun lalu. Sementara itu, pelaku lainnya, EH, diduga terlibat dalam pembakaran sekolah.

Aparat hukum kini berada dalam fase pendalaman untuk menilai sejauh mana peran masing-masing pelaku dalam serangkaian aksi kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.

Related posts