Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menyatakan bahwa dia bersedia untuk menjalin komunikasi dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Hal ini diungkapkannya setelah terjadi laporan terhadapnya terkait unggahan di media sosial yang berkaitan dengan video ceramah JK saat di Universitas Gadjah Mada.
Menurut Grace, sejauh ini dia belum berkomunikasi secara langsung dengan JK, namun dia siap untuk bertemu jika ada niat baik dari pihak JK. Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan JK tidak pernah memiliki masalah.
“Saya tidak pernah ada masalah dengan Pak JK. Kami sudah lama tidak bertemu, dan tidak ada isu yang mengganjal di antara kami,” ungkap Grace dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.
Situasi Kontroversi di Balik Video Ceramah
Grace memaparkan bahwa pernyataannya dalam video yang beredar sesungguhnya bersifat normal. Dia bersikeras siap untuk memberikan penjelasan apabila JK ingin mengetahui lebih lanjut mengenai konteks yang dimaksud.
Dia menambahkan bahwa pernyataan yang dia buat di media sosial adalah tanggapannya terhadap berbagai kontroversi yang muncul di masyarakat setelah ceramah JK. Grace merasa tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
“Saya hanya memberikan respons atas video tersebut tanpa mengedit atau memotongnya. Ini murni pandangan saya terhadap hal yang tengah dibahas,” tambahnya.
Laporan oleh Organisasi Masyarakat
Sebelumnya, Grace beserta dua rekannya, Ade Armando dan Permadi Arya, dilaporkan ke pihak kepolisian. Laporan ini muncul dari 40 organisasi massa Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama.
Perwakilan dari LBH Syarikat Islam, Gurun Arisastra, menyebutkan bahwa laporan tersebut berhubungan dengan penafsiran narasi dalam unggahan yang dikeluarkan oleh ketiga orang tersebut. Mereka dianggap menyebarkan potongan video ceramah JK yang sedang membahas konflik di Poso dan Ambon.
“Laporan ini adalah hasil dari berbagai pihak yang merasa dirugikan oleh pernyataan yang dikeluarkan. Kami berharap pada proses hukum yang berjalan,” jelas Gurun.
Pentingnya Mengedepankan Dialog
Grace Natalie menegaskan bahwa dialog dan komunikasi yang baik antar pihak adalah hal yang sangat penting untuk meredakan ketegangan. Menurutnya, pertemuan dengan JK bisa menjadi langkah yang baik untuk membahas semua isu yang ada.
Dia juga percaya bahwa dengan adanya komunikasi yang terbuka, banyak hal yang bisa diperjelas, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Hal ini juga dapat membantu membangun hubungan yang lebih baik di antara mereka.
“Saya siap jika Pak JK ingin hadir dalam diskusi untuk memahami konteks dari pernyataan saya. Ini menjadi penting demi menjaga hubungan yang harmonis,” ujarnya.
