Pemerintah Indonesia baru-baru ini menyampaikan informasi mengejutkan mengenai angka kerugian yang dialami akibat penipuan dan kejahatan digital di Tanah Air. Selama periode November 2024 hingga saat ini, kerugian ini mencapai Rp 9,1 triliun, yang menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan instansi terkait. Menurut Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, sektor pembayaran digital sendiri memberi kontribusi signifikan terhadap angka kerugian tersebut, dengan nilai kerugian sebesar Rp 4,6 triliun hingga Agustus 2025. Ini menunjukkan bahwa tidak sedikit pengguna internet yang terpapar ancaman digital. Data terbaru mencatat sekitar 22 persen dari total pengguna…
Read MoreTag: Sebesar
Dua Bos Didakwa Korupsi Rugikan Negara Sebesar Rp1,35 Triliun
Dua bersaudara yang menjadi pemimpin di sebuah perusahaan tekstil besar, PT Sritex, kini terjerat dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp1,35 triliun. Tindak pidana ini terungkap dalam sidang perdana yang diadakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Semarang, Jawa Tengah, dan menimbulkan banyak perhatian di masyarakat. Jaksa Penuntut Umum telah memaparkan secara rinci mengenai kerugian yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan fasilitas kredit tersebut. Dalam sidang yang diadakan pada Senin, 22 Desember, jaksa menyebutkan bahwa praktik korupsi ini melibatkan beberapa terdakwa yang terlibat dalam skema yang lebih besar. Kedua bersaudara tersebut,…
Read MoreEks Dirut Didakwa Rugikan Negara Sebesar Rp205 Miliar
Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Direktur Utama PT Hutama Karya, Bintang Perbowo, yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di sekitar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Lampung. Kasus ini mengakibatkan kerugian negara mencapai sekitar Rp205,14 miliar, sebuah angka yang menyoroti pentingnya pengawasan dalam pengelolaan aset publik. Bintang terlibat bersama mantan Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Investasi PT Hutama Karya, M. Rizal Sutjipto, serta perusahaan PT Sanitarindo Tangsel Jaya (STJ) yang diwakili oleh Asteria Iskandar. Mereka dihadapkan pada proses hukum yang terpisah, mencerminkan kompleksitas…
Read MoreGubernur Riau Kena OTT KPK dan Memiliki Harta Sebesar Rp4,8 Miliar
Gubernur Riau Abdul Wahid baru-baru ini terjaring dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus ini menarik perhatian masyarakat, terutama terkait dengan laporan harta kekayaan yang disampaikannya ke KPK, yang mencapai nilai miliaran rupiah. Dalam laporan tersebut, diungkapkan bahwa Abdul Wahid memiliki total aset yang cukup mencengangkan. Harta kekayaan yang dilaporkannya menunjukkan bahwa dia memiliki banyak bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai lokasi di Riau. Salah satu poin menarik dari laporan harta kekayaan ini adalah variasi ukuran dan nilai dari tanah dan bangunan yang…
Read More