Rumah Pahlawan Nasional Sardjito di Yogya Dijual oleh UGM dan UII

Kamp Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) sedang merespons isu mengenai penawaran penjualan rumah peninggalan pahlawan nasional, Prof. dr. M. Sardjito yang terletak di Terban, Yogyakarta. Isu ini muncul setelah ada pernyataan dari ahli waris yang ingin melestarikan bangunan tersebut dengan cara yang lebih baik.

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, mengungkapkan bahwa pihaknya masih perlu mengecek informasi terkait penawaran ini. Dalam wawancaranya, Made Andi menegaskan akan membahas hal ini lebih lanjut sebelum memberikan keputusan.

Pada saat bersamaan, Rektor UII Fathul Wahid juga menyampaikan niatnya untuk melakukan konfirmasi terkait isu ini dengan yayasan kampus. Ia mengakui bahwa keputusan mengenai pembelian properti tidak hanya berada di tangannya saja.

Pentingnya Pelestarian Warisan Budaya dalam Masyarakat Modern

Bangunan yang menjadi warisan Prof. dr. M. Sardjito memiliki nilai sejarah yang tidak ternilai bagi perkembangan pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Sebagian masyarakat melihat pentingnya menjaga dan merawat peninggalan seperti ini agar dapat dimanfaatkan untuk generasi mendatang.

Kehadiran rumah yang bersejarah dapat menjadi sumber inspirasi dan pendidikan bagi masyarakat, terutama mahasiswa. Dengan menjadikannya sebagai museum atau pusat kegiatan sosial, banyak nilai luhur yang bisa diajarkan kepada semua orang.

Kerabat Sardjito, Budhi Susanto, menyatakan harapannya agar rumah tersebut tidak hanya dapat dilestarikan tetapi juga dijaga agar tidak dialihfungsikan menjadi kafe atau tempat komersial lainnya. Budhi percaya bahwa fungsi yang lebih mulia dapat diberikan kepada bangunan ini.

Percakapan di Antara Ahli Waris dan Pihak Universitas

Budhi Susanto, yang tinggal di rumah tersebut, menegaskan bahwa rumah peninggalan ini telah ditawarkan kepada sepuluh pihak, termasuk UGM dan UII. Ia mengharapkan agar salah satu universitas mau mengambil alih untuk tujuan pelestarian.

Dari semua pihak yang dihubungi, Budhi lebih berharap pada UGM atau UII. Menurutnya, akan sangat berarti jika rumah ini berfungsi sebagai museum atau markas kegiatan sosial yang berhubungan dengan pendidikan dan kesehatan.

Disampaikan juga oleh Budhi bahwa harga untuk rumah ini masih bisa dinegosiasikan, meskipun ia enggan untuk menyebutkan angka pastinya. Ia menilai rumah tersebut masih memiliki nilai yang tinggi mengingat posisinya yang strategis di pusat kota.

Visi untuk Masa Depan Bangunan Bersejarah

Budhi memiliki mimpi untuk menjadikan rumah itu sebagai museum tentang Prof. dr. Sardjito, yang tidak hanya memberi penghormatan, tetapi juga mendidik banyak orang tentang kontribusi beliau dalam bidang kesehatan. Ia ingin agar rumah itu bisa berfungsi sebagai tempat belajar bagi generasi selanjutnya.

Beliau juga mengungkapkan harapan agar rumah tersebut tetap dipelihara dengan baik, menekankan bahwa fungsi tradisional rumah sebagai tempat tinggal tetap penting meskipun tidak digunakan sebagai tempat tinggal pribadi. Kombinasi antara museum dan rumah sosial bisa menjadi jawaban untuk penggunaan bangunan ini di masa depan.

Dengan visi ini, Budhi berharap bahwa rumah peninggalan tersebut tidak hanya menjadi bangunan yang indah tetapi juga sarana pembelajaran terkait perjuangan Prof. dr. Sardjito untuk bangsa. Ia ingin agar sejarah ini terus hidup dan dapat diceritakan kepada anak cucu.

Related posts